-
Pengertian Komunikasi
Pada perang dunia ke II komunikasi belum dianggap sebagai sebuah ilmu dan hanya dianggap sebagai sebuah proses sosial. Dimasa ini baru di mulai penelitian mengenai komunikasi dan efek dari komunikasi tersebut. Komunikasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih baik secara langsung ataupun tidak.
Komunikasi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta mengatakan bahwa komunikasi itu adalah perhubungan oleh pihak ketiga. Menurut Ensiklopedia adalah penyelenggaraan tata hubungan kegiatan menyampaikan warta dari satu pihak lain dalam suatu organisasi/instalasi.
-
Proses Komunikasi
Komunikator -> Pesan (berupa lisan maupun tulisan -> media -> komunikan-> efek -> perilaku
-
Prinsip-prinsip Dasar Komunikasi
-
Proses komunikasi
Proses yang mendasar dalam komunikasi adalah penggunaan bersama atau pemberian informasi dan ada yang menerima informasi tersebut. Pemberian atau penerimaan informasi ini bisa secara lansung maupun tak langsung, seperti tulisan, isyarat maupun berupa kode-kode yang dapat dipahami.
-
Makna yang dikandung Pesan
Pesan dapat berupa kumpulan pola-pola isyarat-isyarat, kode, symbol. Dari segi psikologi, isyarat atau symbol bertindak sebagai perangsang untuk membangkitkan balasan dipihak penerima pesan.
-
Menuju suatu model proses komunikasi yang umum dan memusat
Ada 3 model dalam proses komunikasi, yaitu :
Model umpan balik > sering dipergunakan bagi informasi yang didapat kembali oleh sumber dari penerima tujuan.
Model timbal balik > komunikasi tidak hanya terbatas pada penerimaan sumber, terhadap informasi mengenai pengaruh pesannya (umpan balik) pada diri penerima.
Model komunikasi yang memusat > hasil akhir yang ideal dalam proses komunikasi.
-
Teori-teori Komunikasi
-
Teori Kepentingan
Teori tentang komunikasi massa yang meneliti pengaruh penggunaan media oleh pelaku dilihat dari kepentingannya.
-
Teori Ketergantungan Media
Teori tentang komunikasi massa, semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media itu semakin penting.
-
Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan
-
Hakekat Komunikasi
Memahami komunikasi berarti memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkannya, apakah tujuan dari aktifitas berkomunikasi sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.Menurut Anwar arifin (1988:17), komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna.
Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan:
-
Komunikasi sebagai proses sosial
Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.
-
Komunikasi sebagai Peristiwa
Komunikasi mempunyai pengertian, bahwa komunikasi merupakan gejala yang dipahami dari sudut bagaimana bentuk dan sifat terjadinya. Peristiwa komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang membedakan komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka, komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi yang menggunakan media dan tanpa media.
-
Komunikasi sebagai Ilmu
Struktur ilmu pengetahuan meliputi aspek aksiologi, epistomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan dimensi utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epistomologi menjelaskan norma-norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu pengetahuan.
-
Komunikasi sebagai kiat atau keterampilan
Komunikasi dipandang sebagai skill yang di gunakan individu untuk melakukan profesi komunikasi. Perkembangan dunia komunikasi di Indonesia pada masa yang akan datang menunjukkan prospek yang semakin cerah. Dengan demikian, masalah-masalah yang berhubungan dengan profesi komunikasi tetap menjadi agenda penting. Antara komunikasi dan bidang profesional terdapat kaitan yang signifikan.. Komunikasi juga memainkan peran penting dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pemikiran strategis, memperoleh pengetahuan teknis dan menilai hasil.
-
Hambatan-Hambatan Komunikasi
Dalam praktek berkomunikasi, seseorang akan menemui berbagai macam hambatan yang jika tidak dapat ditanggapi dan disikapi secara tepat akan membuat proses komunikasi yang terjadi menjadi sia-sia karena pesan tidak tersampaikan atau yang sering terjadi adalah terjadinya penyimpangan. Adapun hal-hal yang sering terjadi adalah karena ketidakmampuan seorang penyampai pesan dalam:
-
Berkomunikasi sesuai tingkatan bahasa para pendengarnya.
Seorang pedagang makanan yang hanya lulusan SMP tentunya akan kesulitan mengerti pembicaraan seorang sarjana teknik yang berbicara menggunakan istilah-istilah tekniknya. -
Mengerti keinginan arah pembicaraan dari para pendengarnya.
Sekelompok remaja SMA tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang disampaikan seorang ibu rumah tangga. -
Mengerti kelas sosial para pendengarnya.
Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham. -
Memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dipegang teguh para pendengarnya.
Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan merubah “kekebalan” (kekeras-kepalaan) pendapat seorang individu apalagi kelompok masyarakat yang mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau lainnya walaupun didukung “bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar”.
-
WEWENANG
Authority atau yang biasa kita dengar dengan kata wewenang merupakan suatu hal yang terjadi dalam setiap aspek pekerjaan untuk melakukan sesuatu atau untuk memerintah orang lain melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapainya tujuan tertentu.
Wewenang dapat bersifat formal maupun informal. Wewenang yang bersifat informal biasanya untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahannya.
Wewenang yang terjadi dalam hal ini bersifat timbal-balik. Di perusaahan besar sekalipun hal ini terjadi tetapi memliki ruang lingkup yang lebih luas dan tidak hanya mencangkup kekuasan balas-jasa tetapi juga kekuasan paksaan (yang apabila tidak dilaksanakan, akan dipecat), kekuasaan ahli (keahlian seseorang dalam bidangnya sehingga ia mempunyai wewenang), kekuasaan sah (seperti pemimpin perusahaan) dan kekuasaan pengendalian informasi (adanya pemberian informasi sehingga ia pun memiliki wewenang).
Wewenang merupakan unsur kekuasaan yang resmi dan memiliki tanda legitimasi.
Salah satu contoh dari wewenang adalah hubungan antara majikan dan pembantu rumah tangga. Pembantu rumah tangga (PRT) akan menuruti perintah majikannya, karena majikan mempunyai wewenag untuk memberikan perintah kepada PRT yang bekerja dengannya. PRT biasanya akan menuruti perintah majikanya karena majikan memiliki wewenag untuk memberikan perintah. Dalam hal ini PRT menuruti perintah majikan karena adanya ikatan kerja, jadi PRT harus melaksanakan perintah majikannya. Jika PRT di berikan perintah untuk menjaga anak majikannya atau di minta untuk berbelanja ke pasar, PRT harus meniruti walaupun PRT tidak ingin menjaga anak majikannya atau pergi ke pasar. Karena majikan memiliki wewenag untuk membeikan perintah kepada PRT yang bekerja dengannya.
Pengertian Wewenang Organisasi
Wewenang (Authority) merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Wewenang yang bersifat informal, untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan yang ada dalam organisasi. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai. Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya.
T. Hani Handoko membagi dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang:
-
Teori Formal(Pandangan klasik): wewenang adalah dianugrahkan ; wewenang ada karena seseorang diberikan atau dilimpahkan hal tersebut. Pandangan mengangap bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan kemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ketingkat.
-
Teori Penerimaan (acceptance theory of authority): berpendapat bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver)
Menurut sumber wewenang dibagi menjadi :
-
Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.
-
Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat, ditegur, dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah,
-
Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya.
-
Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.
-
Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan.
-
Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya.
-
